Contoh Kegiatan Penerapan P5 dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Contoh Kegiatan Penerapan P5 dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan konteks daerah. Salah satu hal yang menjadi ciri khas dari Kurikulum Merdeka adalah penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

P5 merupakan karakter-karakter yang diharapkan dimiliki oleh setiap pelajar Indonesia. P5 terdiri dari lima dimensi, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan gotong royong.

Penerapan P5 dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang memiliki kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan di abad ke-21. Melalui penerapan P5, peserta didik diharapkan dapat belajar secara aktif, kreatif, dan berkarakter.

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan penerapan P5 dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka:

Jenjang Sekolah Dasar

Projek pengelolaan sampah

Contoh Kegiatan Penerapan P5 dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Sumber: Tapui/Freepik

Projek ini dapat dilakukan oleh kelas V atau VI jenjang Sekolah Dasar (SD). Projek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Pada projek ini, peserta didik akan mempelajari tentang pentingnya mengelola sampah. Peserta didik juga akan mempelajari tentang cara-cara mengelola sampah. Hal tersebut dapat dilakukan dimulai dengan mengelola sampah yang ada di rumah atau lingkungan. Kegiatan pengelolaan sampah tersebut dapat dimulai dengan memilah sampah organik dan nonorganik. Sampah yang telah dipilah, selanjutnya dapat dikelola sesuai jenisnya. Misalnya, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk. Sampah plastik dipilah untuk dapat diserahkan kepada pengelola daur ulang plastik. Projek tersebut melibatkan berbagai mata pelajaran dan diharapkan siswa lebih memahami implementasi pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan lingkungan sekitar. Selain itu, proyek tersebut dapat memupuk kesadaran siswa untuk mencintai lingkungan dan mencintai bumi. Pengelolaan sampah yang tepat dapat mengurangi limbah dan melestarikan bumi.

Pada akhir projek, peserta didik diharapkan dapat membuat poster atau video tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah. Poster atau video tersebut diharapkan mampu mengajak masyarakat atau pembaca untuk lebih mencintai lingkungan dengan menjaga kebersihannya.

Jenjang Sekolah Menengah Pertama

Projek melatih kedisiplinan dan budaya kerja yang baik

Projek ini dapat dilakukan oleh kelas VII, VIII, dan IX. Projek ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan budaya kerja yang baik pada diri peserta didik. Budaya kerja yang baik adalah budaya kerja yang mendukung produktivitas dan efektivitas kerja. Hal tersebut dapat dilakukan dengan projek yang melibatkan kerja sama dalam satu kelas, membentuk sistem, menerapkan aturan, mengikuti pelatihan. Misalnya, menyusun struktur organisasi kelas atau penanggung jawab suatu kegiatan pentas seni maupun kegiatan sosial di lingkungan sekolah yang melibatkan kerja sama antarsiswa. Kegiatan tersebut juga dapat berupa proyek kolaborasi penanaman pohon dan pengamatan pertumbuhannya. Projek ini dapat dilakukan berkelompok dan kolaborasi beberapa mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk mengamati pohon. Di akhir projek tersebut, siswa diminta untuk dokumentasi dan mengunggah di sosial media sebagai konten edukasi. Kegiatan tersebut dapat melibatkan kolaborasi antara mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Informatika.

Kegiatan tersebut akan mengajak siswa untuk mengambil perannya masing-masing dalam suatu kegiatan yang memiliki tujuan. Peran masing-masing siswa tersebut yang akan melatih kedisiplinan dan budaya kerja yang baik. Budaya kerja yang baik juga dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan menyenangkan.

Disiplin merupakan salah satu dasar dari budaya kerja yang baik. Siswa perlu diajarkan untuk disiplin dalam hal waktu, kehadiran, dan pekerjaan/kegiatan sekolah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan datang ke sekolah tepat waktu dan mengikutin kegiatan belajar dengan baik. Selain itu, dalam projek tersebut siswa juga dapat memperoleh pelajaran tentang tanggung jawab, kerja keras, kerja sama, kreativitas, etika kerja, rasa saling menghormati, dan kepemimpinan. Hal tersebut juga dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang tersedia di Buku Teks Pendamping Gramedia Edukasi Nusantara. Produk-produk Buku Teks Pendamping Gramedia Edukasi Nusantara dapat dilihat di laman https://gramediaedukasi.id/download-katalog/

Jenjang Sekolah Menengah Atas

Projek mencari solusi untuk masalah cyber bullying yang marak di kalangan remaja

Contoh Kegiatan Penerapan P5 dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Sumber: Anntua/Freepik

Projek ini dapat dilakukan oleh kelas X, XI, dan XII. Projek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan bahaya cyber bullying dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.

Kegiatan di projek ini yaitu peserta didik akan mempelajari tentang cyber bullying dan dampak negatifnya. Peserta didik juga akan belajar tentang cara-cara mengatasi cyber bullying.

 

Pada akhir projek, peserta didik diharapkan dapat membuat proposal solusi untuk mengatasi masalah cyber bullying yang marak di kalangan remaja.

Demikian beberapa contoh kegiatan penerapan P5 dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks satuan pendidikan.

Pada dasarnya, penerapan P5 dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Hal yang terpenting adalah kegiatan tersebut dapat mengembangkan karakter-karakter yang diharapkan dimiliki oleh setiap pelajar Indonesia. Pelajar Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang sedang berjuang di ranah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi hal penting untuk masa depan bangsa Indonesia. (Penulis: Melinda Sariningsih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *